Melihat Konflik Umat Beragama di Situbondo 1966 dari Kacamata Sosiologi
Konflik acapkali dianggap sebagai kobaran api yang dapat menyebabkan kerusakan masif. Kebanyakan orang melihat konflik sebagai sesuatu yang sepenuhnya berimplikasi negatif, padahal tidak selalu demikian. Banyak sosiolog terdahulu menyatakan bahwa konflik memang merupakan bagian utama dari suatu sistem sosial dan lebih jauh lagi, konflik dipandang sebagai bagian fundamental dan konstruktif dari organisasi sosial. Pengakuan mengenai konflik yang tidak akan pernah melepaskan dirinya di dalam sistem sosial masyarakat, diamini oleh banyak sosiolog. Namun, terdapat pandangan berbeda dari beberapa tokoh sosiologi mengenai implikasi konflik itu sendiri. Talcott Parsons misalkan, seorang sosiolog struktural fungsional asal Amerika dalam bukunya yang berjudul The Structure of Social Action (1937) berpendapat bahwa konflik pada dasarnya memiliki dampak yang disruptif, disosiasi, dan disfungsional. Dampak dari konflik menurut Parsons akan berujunng pada terganggunya equilibrium dalam sistem so...